Minggu, 06 April 2025

Kampung Girsang Firdaus Tersembunyi Dekat Parapat Kawasan Danau Toba

 

Simalungun, NINNA.ID-Di Kawasan Danau Toba, tepatnya di Kampung Girsang yang dikenal orang dengan sebutan Girsang 1 dan Girsang 2, alam dan budaya saling berpelukan erat. Hijaunya sawah, aroma rempah dari hutan tropis, dan kokohnya Rumah Batak yang berumur ratusan tahun.

Semuanya menyatu membentuk simfoni kehidupan yang menenangkan hati dan menyejukkan mata. Inilah sekelumit dari keajaiban yang kami promosikan dalam upaya mendukung Danau Toba sebagai bagian dari jaringan Taman Bumi Dunia.

Bukit Simumbang: Menyapa Langit, Menyelami Hutan

Langkah kami terhenti sejenak di sebuah pondok sederhana di lereng Bukit Simumbang. Aplikasi My Elevation menunjukkan angka 1.196 meter di atas permukaan laut.

Bukit Simumbang 2 

Anak-anak berfoto di jalan menuju Bukit Simumbang.(foto:damayanti)[/caption]

Dari titik ini, mata kami disuguhkan panorama menakjubkan: Danau Toba yang luas berkilau di kejauhan dan kota Parapat yang terhampar seperti miniatur.

Namun, keindahan itu bukan satu-satunya yang ditawarkan bukit ini. Perjalanan ke Simumbang adalah petualangan spiritual—melintasi ladang-ladang yang ditanami padi, kopi, coklat, dan berbagai tanaman obat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di sini, hutan bukan hanya sumber oksigen, tapi juga apotek alami yang menyelamatkan warga selama pandemi. Jahe, kunyit, dan lengkuas menjadi andalan penguat daya tahan tubuh.

Menyusuri hutan ini, kami juga disambut suara alam: denting air sungai tadah hujan dan nyanyian burung Enggang dari kejauhan. Jika beruntung, kita bisa melihat Imbo (Siamang), beruang madu, atau binatang hutan lainnya yang masih setia menjaga rahasia Lembah dan Bukit.

Sitombom: Mosaik Hijau di Kaki Bukit

Di bawah Bukit Simumbang terbentang Sitombom, lembah kecil yang menjadi saksi gigihnya para petani Kampung Girsang . Nama "tombom" berarti jatuh, sesuai letaknya yang tersembunyi di kaki bukit.

SITOMBOM 
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi alam berupa tanaman pangan, palawija, perkebunan, dan lainnya. (foto: Damayanti)[/caption]

Tapi justru dari lembah inilah, kita melihat keindahan yang tak bisa ditolak: teras-teras sawah yang mengalir mengikuti kontur tanah, membentuk lukisan hidup dalam gradasi warna hijau.

Para petani di sini adalah seniman alam. Mereka menciptakan sistem pengairan dari sungai pegunungan dan menyulap tebing menjadi ladang padi.

Ini bukan hanya soal bertani—ini soal mempertahankan warisan, budaya kerja keras, dan filosofi "marsiadapari", gotong royong yang masih hidup hingga kini.

Mak Ober, salah satu petani senior, tampak berdiri memandangi padinya. Ia sedang menimbang, apakah panen sudah waktunya atau harus menunggu sinar matahari beberapa hari lagi.

Ketika kami bertanya, ia hanya tersenyum dan menunjuk langit. “Tanda-tandanya ada di sana,” katanya bijak.

Sigala-Gala: Di Antara Teras Sawah dan Semilir Angin

Nama Sigala-Gala diambil dari jenis tanaman yang mendominasi wilayah ini. Tempat ini adalah jalan penghubung antara Girsang 1 dan Girsang 2, serta pintu gerbang menuju air terjun yang tersembunyi.

Di sinilah pengunjung bisa berjalan di antara hamparan sawah, menghirup udara segar, dan menyaksikan petani bekerja dengan alat-alat tradisional: cangkul, parang, dan semangat tak tergoyahkan.

Perjalanan menuju Sigala-Gala mengajak kita menelusuri huta-huta yang masih mempertahankan Rumah Batak asli. Jalan bercabang ke kiri membawa kita ke Huta Simandalahi, sementara ke kanan menuju panorama sawah yang seolah tak berujung.

Terutama saat musim panen, warna-warna kuning keemasan dan hijau zamrud berpadu menciptakan keindahan yang nyaris tak tergambarkan.

Huta Simandalahi: Rumah-Rumah yang Bercerita

Di balik pepohonan dan ladang, berdirilah Huta Simandalahi. Kampung tua ini didirikan oleh keturunan Simandalahi bermarga Sinaga. Meski banyak keturunannya kini merantau, rumah-rumah Batak di sini tetap berdiri kokoh.

Dibangun tanpa paku, rumah-rumah ini menampung hingga 6 keluarga pada masa lampau, dan tetap jadi simbol keuletan dan arsitektur tradisional.

Di Kampung Girsang, bertani bukan sekadar profesi—ia adalah budaya dan filosofi hidup. Anak-anak sudah akrab dengan parang sejak kecil. Mereka diajarkan menanam, merawat, hingga memanen.

Proses panjang ini menjadi guru kehidupan, mengajarkan ketekunan dan keberanian. Bahkan ketika berhadapan dengan ular atau binatang berbisa, anak-anak desa ini tetap tenang dan terus melangkah. Mereka tidak hanya tumbuh bersama alam, mereka adalah bagian dari alam itu sendiri.

Girsang Kreatif

Potensi Kampung Girsang tak berhenti pada keindahan alam. Warganya aktif mengelola hasil pertanian menjadi komoditas unggulan.

Kopi, kakao, kemiri, jahe, hingga andaliman—semuanya dipasarkan secara langsung ke warung, pasar, bahkan wisatawan.

Beberapa warga sudah mulai mengolah hasil bumi menjadi produk siap saji seperti kue, kopi bubuk, dan masakan tradisional.

Kampung Girsang adalah napas segar di tengah geliat modernisasi. Ia tak hanya menampilkan lanskap memikat, tapi juga cerita-cerita kecil yang menggugah.

Dari Bukit Simumbang yang menyentuh awan, hingga senyuman hangat petani di tengah ladang, setiap sudut Kampung Girsang memanggil kita untuk datang, belajar, dan biarkan hatimu tinggal di Kampung Girsang.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

Jumat, 04 April 2025

Bukit Singgolom Desa Tarabunga: Permata Tersembunyi di Tepian Balige Danau Toba

NINNA.ID-Usai makan siang di Restoran Sinar Minang di Kota Balige, kami menuju Desa Tarabunga, sebuah permukiman kecil nan menawan. Terletak hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Udara sejuk membelai lembut wajah, dan kilauan air Danau Toba yang tak pernah gagal memukau mata.

Inilah Tarabunga—desa wisata yang menawarkan keindahan alam luar biasa dan kekayaan budaya Batak yang otentik.


Tak jauh dari desa, ada Bukit Tarabunga, tempat terbaik untuk menyaksikan kemegahan Danau Toba dari ketinggian.

Bukit Tarabunga 

Para Kepala Sekolah BPK Penabur Jakarta saat liburan ke Kawasan Danau Toba. Bukit Tarabunga salah satu dari banyak objek wisata yang mereka kunjungi di Kawasan Danau Toba (foto ©Damayanti)[/caption]

Jalan menuju ke sini bisa ditempuh dengan mudah, baik melalui jalur Tampahan maupun Lumban Silintong.

Hanya butuh sekitar 15 menit berkendara dari Balige, namun sensasi yang ditawarkan terasa seperti perjalanan ke dunia lain—tenang, damai, dan jauh dari hiruk-pikuk.

Dari puncak bukit, mata kita akan dimanjakan oleh panorama yang hampir tak terlukiskan dengan kata-kata: danau biru membentang luas, Pegunungan Bukit Barisan menjulang gagah di kejauhan, dan hamparan sawah hijau menyatu harmonis dengan langit yang seolah tak bertepi.

Saat matahari terbit atau tenggelam, warna-warna langit berubah menjadi kanvas alam yang dramatis—momen yang membuat siapa pun terdiam, bahkan mungkin tersentuh secara spiritual.

[caption id="attachment_35045" align="alignnone" width="1920"]Bukit Tarabunga Salah satu spot berfoto keren di Bukit Bukit Tarabunga (Foto ©Damayanti)[/caption]

Melintasi Jejak Budaya Batak

Namun Tarabunga bukan sekadar tempat untuk menikmati alam. Di sinilah kita bisa melihat bagaimana budaya Batak hidup berdampingan dengan alamnya.

Rumah-rumah adat Batak masih berdiri kokoh, menjadi simbol kekuatan dan warisan leluhur.

Setiap lengkung atap, setiap ukiran di kayu punya cerita—tentang keluarga, sejarah, dan nilai-nilai luhur yang terus dijaga.

Yang menarik, Bukit Tarabunga juga dikenal sebagai “jalan menuju surga”—sebutan yang diberikan masyarakat karena di bukit ini terdapat beberapa makam leluhur Batak.

Menurut kepercayaan lokal, arwah para leluhur menapaki perbukitan ini untuk menuju alam baka.

Mengunjungi tempat ini bukan hanya soal jalan-jalan, tapi juga menyelemai tradisi dan kepercayaan Batak Toba yang telah berakar ratusan tahun.

Tips Menikmati Bukit Tarabunga

  • Datang pagi atau sore hari, saat cahaya matahari sedang lembut-lembutnya. Momen sunrise dan sunset di sini terlalu indah untuk dilewatkan.
  • Bawa kamera atau ponsel yang memadai, karena kamu akan tergoda untuk terus memotret setiap sudut.
  • Kenakan pakaian nyaman dan alas kaki yang pas, terutama jika ingin naik ke bukit.
  • Dan yang paling penting, jaga etika, terutama saat berada di sekitar makam leluhur. Hargai tempat dan budaya setempat.

Tarabunga bukan hanya destinasi, tapi pengalaman. Ia mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, menyerap keindahan, dan mengenali warisan budaya yang masih hidup di tengah alam.

Di sinilah keheningan bukan tanda kesepian, melainkan panggilan untuk mendengar suara-suara alam dan sejarah yang berbisik lewat angin dan danau.

Kalau ke Balige, jangan cuma singgah. Luangkan waktu untuk menyentuh langit dari Bukit Tarabunga. Siapa tahu, kamu menemukan sepotong kedamaian yang selama ini kamu cari.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

Rabu, 02 April 2025

Budget-Friendly Travel Guide to Lake Toba from Medan

 NINNA.ID-Traveling to Lake Toba on a budget is totally possible! With some planning and research, you can enjoy the stunning nature and rich culture of Samosir Island without spending too much. Here’s a complete guide to exploring Lake Toba affordably.

If you're traveling from Medan, there are several ways to reach Parapat, the main gateway to Samosir Island. The cheapest option is taking a bus, which costs around Rp65,000 per person. Some bus options include Bus Sejahtera, Parisma, and Sampri.

[caption id="attachment_10588" align="alignnone" width="1920"]Lake Toba view View of Lake Toba taken from Bukit Burung (photo: Damayanti)[/caption]

Once in Parapat, you have two ferry options to Samosir:

  • Pelabuhan Tiga Raja (Tiga Raja Port) – If you're heading to TukTuk, take a boat from here for Rp20,000.
  • Pelabuhan Ajibata (Ajibata Port) – A cheaper option with more frequent departures, usually every hour, heading to Tomok.

Budget-Friendly Accommodation

Samosir has plenty of affordable places to stay, including homestays and budget hotels.

  • Homestays offer a cozy stay with locals and cost around Rp150,000 per person if you share a room.
  • Budget hotels range from Rp250,000 to Rp300,000 per night. It's best to book in advance for better deals.

One recommended homestay is Jabu SiRulo, which is known for being affordable and comfortable.

Free & Low-Cost Attractions in Samosir

Samosir is called the "Paradise on Earth" for a reason! The island is surrounded by green hills, part of the majestic Bukit Barisan mountain range. Almost every corner offers breathtaking views, perfect for photography lovers.

Here are some free and low-cost attractions:

[caption id="attachment_34961" align="alignnone" width="2560"]LEMBAH SAGALA1 A free view of Lake Toba near Lembah Sagala, around the foothills of Mount Pusuk Buhit (photo: Damayanti).[/caption]
  • Free attractions:
    • Enjoying the lake views from anywhere on the island
    • Visiting local villages and seeing traditional Batak houses
  • Paid attractions:
    • Holbung Hill & Mount Pusuk Buhit – For stunning views from above
    • Batu Hoda– Quiet beaches with a relaxing atmosphere
    • Hutaraja & Huta Siallagan Villages – Learn about Batak culture and traditional Ulos weaving
    • Nai Sogop Waterfall and Efrata Waterfall
    • Aek Natonang & Sidihoni Lakes – Hidden natural gems

Other must-visit spots include Tomok Market, Bukit Burung, Bukit Sibea-bea, Tele Viewing Tower, and Pangururan Waterfront City.

If you want to explore more, renting a motorbike costs around Rp100,000-130,000 per day.

Saving Money on Food

Food in Samosir is quite affordable:

  • Local food stalls offer meals for Rp25,000-30,000 per dish.
  • To save more, buy food from traditional markets or small warungs.

Estimated Budget for 3 Days & 2 Nights

Here’s a cost breakdown for a budget trip to Samosir:

ExpenseCost
Bus (Medan-Parapat, round trip)Rp130,000
Ferry (round trip)Rp40,000
Homestay (2 nights)Rp600,000
Motorbike rental (2 days, optional)Rp200,000
Food (3 meals/day for 3 days)Rp270,000
Total Estimated CostRp1,240,000

Traveling with friends? You can split accommodation and transport costs to save even more!

Backpacking to Lake Toba on a budget is totally doable! With affordable transport, budget-friendly stays, free attractions, and cheap eats, you can have an amazing trip without breaking the bank.

Ready to explore Lake Toba on a budget?

Writer/Editor: Damayanti Sinaga

Solu Bolon Café, Tempat Bersantai di Simpang Tano Ponggol dengan Suasana yang Menawan

Samosir, NINNA.ID - Saat melintasi Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Pulau Samosir dengan daratan Sumatera, tak sulit untuk menemukan tempat yang cocok untuk melepas penat.



Suara deru kendaraan yang melintas, angin sepoi-sepoi dari Danau Toba menciptakan suasana yang unik dan menenangkan.

Di antara lalu lalang wisatawan dan penduduk setempat, Solu Bolon Café hadir sebagai tempat bersantai yang nyaman di simpang empat Jembatan Tano Ponggol.

[caption id="attachment_34984" align="alignnone" width="2560"]Damayanti Tour Guide 
Suasana Solu Bolon Cafe (Foto ©Damayanti)[/caption]

Solu Bolon Café bukan sekadar tempat makan biasa. Dengan menu yang menggugah selera, kafe ini menawarkan pengalaman kuliner khas Batak halal.

Bagi pecinta kopi, Solu Bolon Café juga menyajikan kopi khas Sumatera yang kaya rasa dan aroma. Tak hanya itu, berbagai pilihan jus buah segar dari hasil bumi kawasan Danau Toba turut melengkapi pengalaman bersantap di sini.

Untuk teman ngobrol santai, tersedia pula aneka camilan seperti kentang goreng dan hidangan pembuka lainnya.

[caption id="attachment_34995" align="alignnone" width="2560"]SOLU BOLON CAFE Suasana Solu Bolon Cafe di malam hari (Foto ©Damayanti)[/caption]

Solu Bolon Café menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman untuk memanjakan lidah para pengunjung. Berikut beberapa menu favorit yang bisa dinikmati:

SOLU BOLON CAFE MENU

Makanan Utama

  • Soto Daging, Soto Ayam, Sop Iga, dan Sop Ayam Kampung
  • Udang Saos Singapore, Udang Cumi Saos Padang, Cumi Asam Manis
  • Ikan Nila Bakar, Ikan Nila Asam Manis, Ikan Nila Goreng

Hotplate & Dimsum

  • Mie Hotplate Saos Singapore, Nasi Hotplate Ayam Saos Singapore, Nasi Hotplate Ayam Saos Teriyaki
  • Dimsum Ayam, Dimsum Udang, Lumpia Goreng

Camilan

  • French Fries, Pisang Goreng Bakar Coklat Keju, Roti Bakar Coklat Keju

Minuman

  • Kopi: Black Coffee, Kopi Susu, Cappuccino, Vanilla Latte
  • Jus: Alpukat, Mangga, Apel, Terong Belanda
  • Minuman Non-Kopi: Chocolate, Milo, Red Velvet Freeze, Thai Tea
  • Minuman Botol: Air Mineral, Teh Botol Sosro, Badak, Sprite, Fanta, Bir Bintang

Suasana yang Nyaman dan Pelayanan Ramah

Salah satu hal yang membuat pengunjung betah berlama-lama di Solu Bolon Café adalah suasananya yang nyaman dan bersih.

Dengan konsep ruang yang terbuka, pengunjung dapat menikmati udara segar sembari mengagumi pemandangan sekitar.

Selain itu, keramahan para pegawai di sini menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman bersantap semakin menyenangkan.

Keamanan dan kebersihan makanan juga menjadi prioritas utama, memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan tetap higienis dan berkualitas.

Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau

Berlokasi tepat di Simpang Empat Jembatan Tano Ponggol, kafe ini menjadi persinggahan ideal bagi wisatawan yang ingin beristirahat setelah menjelajahi Samosir.

Dengan jam operasional dari pagi hingga malam, pengunjung bebas memilih waktu terbaik untuk menikmati suasana kafe, baik di pagi hari saat matahari mulai menyinari danau, maupun di malam hari dengan nuansa yang lebih tenang.

Tak perlu ragu untuk memasukkan Solu Bolon Café ke dalam daftar kunjungan Anda selama berada di Samosir. Baik untuk sekadar menyeruput kopi, menikmati hidangan khas, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, tempat ini siap memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

📍 Lokasi: Simpang Empat Jembatan Tano Ponggol

Jam Operasional: Pagi hingga malam

📞 Reservasi & Info: (0812-9562-6699)

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati momen terbaik Anda di Samosir dengan singgah di Solu Bolon Café!

Writer/Editor: Damayanti Sinaga

Selasa, 01 April 2025

Pusuk Buhit Destinasi Terbaik di Samosir bagi Para Penjelajah Gunung

 Samosir, NINNA.ID-Pusuk Buhit puncak paling tinggi di Samosir, sudahkah Sobat pernah menaklukannya? Puncak gunung ini paling menonjol, sangat kelihatan saat kita manatap Danau Toba di sekitar Kecamatan Simanindo maupun Pangururan.

Khususnya saat kita berada di pesisir pantai Samosir, kita akan melihat kemegahan dan kekuatan gunung ini. Pernahkah terbesit di benak Sobat untuk menaklukan gunung yang satu ini?

Wikipedia menyebutkan Pusuk Buhit salah satu puncak di pinggir barat Danau Toba. Dalam mitologi Batak, puncak tersebut diceritakan sebagai tempat kelahiran Si Raja Batak.

Pusuk Buhit bagian dari Gunung Toba yang terdapat di Sumatera Utara. Gunung ini diperkirakan terbentuk sekitar 54,5 ribu tahun lalu.

Tinggi Pusuk Buhit mencapai 1972 mdpl (meter di atas permukaan laut). Ada dua kecamatan yang melintasi Pusuk Buhit yakni Kecamatan Sianjur Mulamula dan Kecamatan Pangururan. Ada sejumlah desa yang bersinggungan langsung.

Selama ini, para wisatawan mengunjungi Pusuk Buhit untuk kebutuhan ziarah.

Ada sejumlah pegiat wisata gunung yang aktif mempromosikan usahanya seperti penyewaan tenda berkemah, kompor portable, lampu tenda, senter kepala, sleeping bag, rental sepeda motor, trekking pole, gas portable, cooking set, carier 60+5 liter, matras dan kebutuhan untuk berkemah lainnya.

[caption id="attachment_31663" align="alignnone" width="719"]Manogu Sinaga Manogu Sinaga, salah satu pemandu wisata gunung di Pusuk Buhit siap menemani para pendaki menaklukkan Pusuk Buhit (foto: istimewa)[/caption]

Ada banyak potensi yang dimiliki Pusuk Buhit menjadikannya sebagai destinasi wisata favorit bagi para pencinta alam, penjelajah gunung.

Selain itu, di sekitar Pusuk Buhit juga terdapat banyak destinasi wisata yang kerap dikunjungi oleh wisatawan, terutama mereka pencinta budaya Batak.

Batu Sawan, Puncak View Simullop, Air Terjun Naisogop, Desa Siboro, Perkampungan Siraja Batak Sigulatti, Batu Hobon, Aek Sipitu Dai, Pusat Geopark Kaldera Toba, Aek Rangat, Boho, dan objek wisata lainnya.

[caption id="attachment_31664" align="alignnone" width="720"]PUSUK BUHIT Wisatawan asing pun kerap menjelajahi Pusuk Buhit (foto: istimewa)[/caption]

Karena ada banyak destinasi wisata di sekitar Pusuk Buhit dan pemandangan bentang alamnya yang begitu keren, banyak travel agent serta instansi yang bertujuan untuk mempromosikan Pusuk Buhit secara masif.

Mereka berharap Pusuk Buhit menjadi magnet baru di Danau Toba secara khusus bagi Samosir menarik sebanyak mungkin wisatawan.

Titik awal peradaban suku Batak ini diharapkan dapat memikat banyak mata para pencinta alam untuk hadir ke sini dna melihat keajaiban alam Geopark Kaldera Toba.

Sport Tourism di Danau Toba

Salah satu instansi yang belum lama ini mempopulerkannya yakni Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT). Badan tersebut telah melaksanakan event lomba lari dinamai Trail of The Kings (ToTK) dengan tujuan mempromosikan sport tourism di Danau Toba.

Pusuk Buhit dipilih sebagai salah satu tujuan lintasan para pelari dengan panjang lintasan 27.000-meter dan 50.000-meter. Kedua kategori pelari ini akan melewati Gunung Pusuk Buhit, lokasi asal mula Raja Batak.

Para pelari melintasi Gunung Pusuk Buhit – Lembah Singkam – Hulu Air Terjun Nai Sogop – Lembah Sianjur Mula Mula dan finish sepanjang jalur tepi danau.

Harapannya, pelaksanaan event ToTK Danau Toba akan naik kelas menjadi major event UTMB di Asia.

Jika itu terealisasi, Danau Toba akan menjadi lokasi diadakannya event internasional bergengsi tiap tahunnya.

Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan mengatakan Event ToTK akan menjadi sebuah produk wisata yang merupakan narasi baru untuk mempromosikan dan memasarkan Danau Toba ke tingkat nasional maupun internasional.

“Kami memperkenalkan Trail of the Kings sebagai produk sport tourism berbasis ekowisata dan geowisata dengan memanfaatkan potensi Danau Toba yang luar biasa. Pusat event lari ToTK salah satunya adalah Pusuk Buhit,” jelas Jimmy belum lama ini dalam konferensi pers jelang pelaksanaan event ToTK.

Selain BPODT, ada sejumlah travel agent bahkan Marketing Manager Kualanamu juga secara khusus meninjau Pusuk Buhit untuk melihat produk wisata apa yang dapat dijual ke publik.

Aktivitas di Pusuk Buhit

Mendaki

Menjelajahi gunung jadi salah satu aktivitas yang kerap wisatawan nikmati di Pusuk Buhit. Karena jarak yang ditempuh jauh dan kondisi alam cukup menantang, jalur ini cocok bagi mereka yang kuat dan sehat secara jasmani.

Sebab, waktu pendakian dari areal parkir di Geopark Sigulati hingga mencapai puncak Pusuk Buhit butuh waktu 3,5-4 jam.

Pihak pengelola Pusuk Buhit menetapkan pengaturan yang diorganisasi dengan baik bagi orang-orang yang hendak mendaki gunung tersebut.

Peralatan dapat disewa. Tersedia porter dan pemandu yang terlatih, serta beberapa penginapan menyediakan akomodasi yang nyaman dari awal hingga akhir pendakian gunung tersebut.

Di gunung tersebut terdapat pondok-pondok yang dibangun dengan bagus pada ketinggian yang berbeda, sehingga menyediakan tempat berlindung bagi pendaki.

Berkemah

Pusuk Buhit juga merupakan tempat berkemah paling digemari oleh para penjelajah gunung.

Keindahan alamnya yang masih sangat asli dan menawan, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pecinta alam.

Suasana yang tenang dan damai serta keindahan alam yang memukau akan memanjakan setiap pengunjung.

Tidak disarankan untuk mendaki dan berkemah tanpa ditemani pegiat wisata gunung khususnya penduduk setempat.

Kondisi alam yang tidak dapat diprediksi perlu menjadi pertimbangan Sobat.

Selain itu, para pegiat wisata di sana telah terlatih untuk mendampingi dan menghadapi kondisi alam.

Sobat bisa membawa alat berkemah dari rumah. Bisa juga memesan dari pegiat wisata di Pusuk Buhit di antaranya Lorista Limbong dengan kontak HP 081375016861, 081361105230 dan Manogu Sinaga dengan kontak HP 081264845434.

Mereka menyediakan penyewaan tenda berkemah, kompor portable, lampu tenda, senter kepala, sleeping bag, rental sepeda motor, trekking pole, gas portable, cooking set, carier 60+5 liter, matras dan kebutuhan untuk berkemah lainnya.

[caption id="attachment_31665" align="alignnone" width="720"]LORISTA Limbong 
Lorista Limbong berpose bersama para tamu asing yang ia pandu menjelajahi Gunung Pusuk Buhit (foto: istimewa)[/caption]

Menuju Pusuk Buhit

Untuk sampai ke Pusuk Buhit, Sobat sudah pasti harus sampai dulu ke Kabupaten Samosir. Dari TukTuk menuju areal parkiran Pusuk Buhit yakni sekitar Geopark Sigulati dibutuhkan setidaknya 1 jam 30 menit atau 15 menit dari Pangururan.

Sobat bisa memilih melintasi Aek Rangat atau dari Limbong menuju Pusuk Buhit. Kedua arah ini akan mempertemukan Sobat menuju Geopark Sigulati. Dari lokasi parkir di sekitar Geopark Sigulati, Sobat butuh waktu sekitar 4 jam untuk mencapai puncak Pusuk Buhit.

Butuh informasi lengkap untuk bisa tiba ke Pusuk Buhit, jangan ragu hubungi kedua no di atas- Lorista Limbong dan Manogu Sinaga.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

Bukit Holbung Objek Wisata di Samosir Paling Digemari Wisatawan Selama Lebaran

NINNA.ID-Bukit Holbung salah satu dari sekian objek wisata paling digemari wisatawan selama Lebaran. Pada Selasa 1 April 2025, saat Ninna bertanya kepada salah satu petugas jumlah pengunjung selama dua hari berturut-turut Lebaran, salah satu petugas menjawab tembus 500 orang.

Di areal parkiran, warung-warung dan bukit penuh dengan wisatawan yang datang dari berbagai tempat.

Ada beberapa bus pariwisata membawa puluhan rombongan wisatawan dari Kota Medan. Namun, lebih banyak para pengguna kendaraan seperti sepeda motor, mobil pribadi.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh di bawah angka kunjungan tahun sebelumnya. Tahun lalu pada libur Lebaran, angka kunjungan tembus 700 sampai 1.000 per hari selama libur Lebaran.

Petugas bermarga Sihotang mengemukakan rendahnya angka kunjungan disebabkan sejumlah wisatawan khawatir akan kemacetan di Menara Pandang Tele, potensi hujan dan longsor.

“Beberapa wisatawan bilang mau ke sini (ke Samosir) tapi takut macet panjang di Menara Pandang Tele, hujan dan longsor,” jelas Sihotang yang berada di pos tiket masuk.

Selama seminggu terakhir, cuaca di Samosir memang cukup sering gerimis di sore hari. Di malam hari hujan. Akan tetapi, pagi hingga siang cenderung terik.

Sejumlah wisatawan yang datang dari Perdagangan Simalungun menggunakan sepeda motor mengatakan cuaca memang cukup sering gerimis, bukan hanya di Samosir, di Perdagangan juga.

Oleh karena itu mereka selalu menyediakan mantel hujan agar bisa tetap bepergian selama libur Lebaran.

Bukit Holbung, hanyalah satu dari beberapa objek wisata di Samosir yang digemari wisatawan.

Wistawan asing dari Finlandia mengakui pemandangan Bukit Holbung spektakular. Ia menyayangkan Tourist Information Centre di TukTuk tidak merekomendasikan mereka untuk berkunjung ke bukit ini.

[caption id="attachment_34968" align="alignnone" width="1600"]BUKIT HOLBUNG 
Sepasang suami istri dari Finlandia yang sangat menyukai pemandangan di Bukit Holbung (Foto ©Damayanti)[/caption]

"Waktu saya menginap di TukTuk saya coba cari informasi dari Tourist Information Centre. Tapi saya tidak mendapatkan rekomendasi untuk ke sini. Di Buku Panduan Lonely Planet, nama Bukit Holbung belum dimasukkan sebagai objek wisata yang penting atau layak dikunjungi," jelas tamu dari Finlandia yang memilih berlibur selama seminggu di Samosir.

[caption id="attachment_34967" align="alignnone" width="2560"]BUKIT HOLBUNG 
Pemandangan di Bukit Holbung (Foto ©Damayanti)[/caption]

​Kabupaten Samosir, yang terletak di tengah Danau Toba, Sumatra Utara, dikenal dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya.

Beberapa desa di Samosir khususnya Desa Hariara Pohan menonjol dalam objek wisata, serta keberadaan pelaku pariwisata dan usaha kreatif.​

Galeri dan Produk UMKM

Saat ini Desa Hariara Pohan telah memroduksi UMKM di bawah naungan Konsorsium Samosir Mallatam. Di antaranya keripik pisang dan dodol.

Adanya produk-produk asli buatan Desa Hariara Pohan memengaruhi perkembangan di objek wisata Bukit Holbung. Kini tersedia Galeri UMKM yang tidak hanya menjual produk asli dari Desa Hariara Pohan juga produk dari berbagai tempat di Kawasan Danau Toba.

[caption id="attachment_34966" align="alignnone" width="1280"]GALERI UMKM BUKIT HOLBUNG 
Wisatawan mengeksplor produk di Galeri UMKM Bukit Holbung. (Foto ©Damayanti)[/caption]

Selain memproduksi produk UMKM, beberapa warga lokal mengelola homestay dan menyediakan jasa pemandu wisata, yang berkontribusi pada pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.​

Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Desa Hariara Pohan, terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang didukung oleh perputaran ekonomi desa, objek wisata menarik, serta peran aktif pelaku pariwisata dan usaha kreatif lokal.

Writer/Editor: Damayanti Sinaga

Bukit Burung Objek Wisata Terbaik buat Pencinta Suasana Hening dan Spot Foto Memukau di Samosir

Samosir, NINNA.ID- Pernah dengar Bukit Burung? Mungkin namanya terdengar asing di telinga. Tempat ini sebenarnya sudah cukup populer di kalangan backpacker, travel agent dan tour guide.

Akan tetapi, biasanya orang sering mengaitkan Bukit Burung dengan Pulau Tulas. Ya, saat seseorang berada di Bukit Burung, di depannya adalah Pulau Tulas tak berpenghuni.

[caption id="attachment_34977" align="alignnone" width="2560"]BUKIT BURUNG Bukit Burung dengan latar Pulau Tulas (foto ©Damayanti)[/caption]

Bukit Burung terletak di Desa Siboro, Kecamatan Sianjurmulamula, Kabupaten Samosir, adalah spot foto yang tidak hanya memanjakan mata tetapi juga ramah kantong.

[caption id="attachment_34972" align="alignnone" width="1920"]BUKIT BURUNG 
Spot foto di Bukit Burung (foto ©Damayanti)[/caption]

Bayangkan sebuah lanskap di mana perbukitan hijau bertemu dengan awan-awan putih yang seolah menyentuh permukaan tanah.

Pulau Tulas dan bukit-bukit sekitar hadir sebagai latar sempurna dengan kombinasi Danau Toba yang membentang luas, langit biru yang jernih, serta padang rumput hijau yang memesona.

Tak heran, banyak wisatawan betah berlama-lama di Bukit Burung menikmati panorama ini sambil mengabadikannya dalam bingkai kamera. Atau menyeruput kopi sembari merasakan angin sejuk dan pemandangan asri di depan mata.

Selain itu, kamu bisa olahraga trekking di sini. Itu bisa membuat suasana hatimu lebih baik. Trekking sembari memandang sekitar dan mengabadikan foto aktivitas terbaik yang bisa kamu lakukan di sini.

Lokasi Bukit Burung

Jika kamu datang dari Pangururan, perjalanan menuju Bukit Burung dimulai dengan melewati Aek Rangat dan terus menuju Desa Siboro.

Jaraknya memang cukup jauh dari pemandian Aek Rangat, tetapi begitu tiba, kamu akan disambut dengan pemandangan eksotis yang layak untuk setiap jepretan.

Belum ada tiket masuk ke objek wisata ini. Akan tetapi, para pengunjung diharapkan menghargai pengelola dengan  berbelanja di warung tersebut dan membayar parkir. Sudah tersedia toilet sederhana bagi para pengunjung.

Tips Berkunjung dan Berfoto

Selain menawarkan keindahan yang luar biasa, fasilitas di sekitar Pulau Tulas kini cukup lengkap. Kini ada warung, tempat makan, sewa tenda camping dan lainnya.

Kamu tidak perlu pusing untuk membawa terlalu banyak jajanan atau cemilan kesini. Jika kamu berencana berendam di Aek Rangat, sempatkan mampir ke sini di sore hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik saat berfoto.

Untuk pengalaman yang lebih seru, kamu bisa sewa dan pasang tenda menikmati malam di alam terbuka.

Sementara itu, bagi yang lebih memilih kenyamanan, penginapan di sekitar Aek Rangat bisa menjadi alternatif menarik dengan berbagai pilihan harga.

Misteri di Balik Nama Pulau Tulas

Tidak banyak yang tahu asal-usul nama Pulau Tulas. Pulau kecil yang tidak berpenghuni ini hanya ditumbuhi rerumputan dan semak belukar. Meski begitu, daya tariknya tak bisa disepelekan.

Bentuk dan ukurannya sekilas mengingatkan kita pada Pulau Hole di Simalungun, yang juga terletak dalam lingkaran Danau Toba.

Untuk mendapatkan sudut terbaik, cobalah berfoto dari Bukit Burung. Saran NINNA, waktu terbaik untuk mengabadikan keindahan spot foto ini saat siang atau sore hari ketika cahaya matahari menerangi lanskap dengan sempurna. Dijamin, hasil jepretanmu akan tampak luar biasa!

Jadi, siapkah kamu menjadikan Bukit Burung sebagai destinasi fotografi berikutnya? Pastikan baterai kameramu penuh dan jangan lupa menikmati setiap momen di Firdaus kecil ini!

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

Jangan Lewatkan Kampung Girsang: Pesona Sawah, Bukit, dan Tradisi Batak

  Simalungun, NINNA.ID -Bayangkan sebuah kampung yang memeluk bukit hijau dengan sawah-sawah bertingkat yang ditatah rapi di lereng-lerengny...